Judul: Kesalehan Digital ISBN: 978-623-88180-2-0 E ISBN: 978-623-89801-7-8 (PDF) Penulis: Edy M. Yakub Editor: Adhika Prasetya Kusharsanto Ukuran: 15 x 23 cm Tebal: 160 halaman Tahun: 2023 Harga: Rp. 115.000 Sinopsis: "Kejahatan terjadi di mana-mana, termasuk di dunia digital. Fitnah ada di mana-mana, termasuk di dunia digital. Kekejaman ada di mana-mana, pun di dunia digital. Buku Kesalehan Digital karya Edy M. Yakub ini, menjadi embun yang sejuk di tengah semuanya itu..." -- H. Dahlan Iskan. Tokoh pers/DI's Way/Jawa Pos/mantan Menteri BUMN “Sekarang, kita sedang sakit, memasuki wilayah siber digital tidak membekali diri dengan wisdom digital era, sehingga kita terjebak digital primitive culture, memanfaatkan era digital secara primitif. Ciri khasnya, mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, membunuh karakter manusia, jauh dari kebenaran, sehingga seenaknya sendiri, karena itu kita perlu membekali diri dengan baik (wisdom digital era). Nah, buku karya Edy M. Yakub ini adalah salah satu bekal itu”. --Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA. Mantan Ketua Dewan Pers/Menkominfo/Mendikbud/ITS "Fenomena ujaran kebencian dan perundungan sudah menjadi trend global, yang terus meningkat. Anonimitas di platform media sosial menyebabkan banyak orang merasa aman saat menghujat, menghina, dan mencaci maki dengan berdalih sebagai bentuk kritik. Parahnya, komentar negatif tersebut dilakukan demi mendapatkan like, terlihat keren, atau mengikuti tren, tanpa mengetahui apa inti permasalahannya. Maka dari itu, masyarakat harus terus diedukasi, bagaimana cara menggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab. Disinilah buku Kesalehan Digital oleh Edy M. Yakub ini menjadi penting bahwa batasan-batasan dalam berpendapat atau berekspresi itu perlu untuk menghormati, bukan bebas untuk menyalahkan" --Hj. Khofifah Indar Parawansa. Gubernur Jawa Timur/mantan Mensos/mantan Jubir Gus Dur “Tantangan merawat harmoni adalah kabar bohong dan (ujaran) permusuhan, yang hanya demi kekuasaan (lima tahunan). Kita butuh pemimpin yang mau meninggalkan kebencian dan permusuhan (hanya untuk menang-kalah), dan mau menatap Indonesia Emas 2045” --Ning Hj. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid. Psikolog/UGM/Putri sulung Gus Dur
0 Comments
Judul: Komunikasi Suara Media Siaran ISBN: 978-602-53672-2-9 Pengarang: Lala Hozilah Ukuran: 17 x 24 cm Tebal: 228 halaman Tahun: 2019 Harga: Rp. 115.700 Sinopsis: Sejak mulai bekerja tahun 1985 silam, Lala Hozilah sudah ditempatkan di Subdit Pemberitaan RRI di Jakarta. Pengalaman lebih dari 30 tahun dalam melakukan liputan di dalam maupun luar negeri, membuatnya larut dalam pekerjaan yang sangat mengasikkan. Alumni S1 Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama inipun akhirnya kembali ke bangku kuliah dan menyelesaikan S2 di Universitas yang sama. Kecintaannya pada dunia jurnalistik membuatnya enggan untuk berpisah dengan dunia yang sangat di cintai, karenanya ia merasa perlu untuk membagikan pengalamannya kepada orang lain. Tahun 2012 hingga saat ini Lala menjadi dosen di Fakultas Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta. Selain instan dengan dunia broadcasting, Lala menambah pengalaman dengan bekerja paruh waktu di stasiun televisi swasta sebagai pengisi suara, juga menggeluti pekerjaan sebagai penulis majalah dan tabloid resmi di beberapa kementrian. Bahkan predikatnya sebagai reporter olahraga membuatnya terjun dalam kepengurusan di Seksi Wartawan Olahraga SIWO PWI Jaya, serta sebagai Humas di beberapa induk organisasi olahraga nasional. Lala Hozilah yang bersuamikan Heru Takarinosagi ini akhirnya terbawa dengan ibu mertuanya Helena Olii (Alm) untuk menulis buku-buku ajar perguruan tinggi, ia merampungkan buku pertama bersama mertuanya dengan judul Reportase Radio dan Televisi (2013). Dalam menulis buku ini Lala Hozilah menuangkan berbagai pengalamannya selama ia menjadi broadcaster. Latar belakangnya sebagai dosen dan reporter juga banyak memberikan inspirasi untuk menulis buku ini yang dituangkan secara teori, pendekatan akademis, maupun empirik. Judul: Jangan Cuma Ngomong, Menulis Dong! ISBN: 978-602-53672-0-5 Pengarang: Zaenuddin HM Ukuran: 17 x 24 cm Tebal: 140 halaman Tahun: 2019 Harga: Rp. 63.700 Sinopsis: SEJAK Presiden Soeharto lengser, 21 Mei 1998, ada fenomena menarik di negeri ini. Di mana-mana orang ingin bersuara. Mereka seakan begitu butuh dan bebas menyatakan pendapat. Orang yang dulu tidak berani ngomong, sekarang sangat fasih dan begitu lantangnya bicara. Cobalah amati acara seminar, diskusi, atau talk show yang ditayangkan di TV. Bukan main. Mereka dengan ’pede’nya tampil di depan banyak orang dan memegang mikrofon. Mereka berlomba ngomong. Apa saja diungkapkan. Semua uneguneg ditumpahkan. Memang, tidak semuanya lancar bicara. Banyak yang asbun alias asal bunyi. Tapi, dalam pengamatan saya, tidak sedikit dari mereka yang bagus bicaranya. Selain lancar dan terstruktur, bahasanya (Indonesia) juga baik. Lebih dari itu, analisis mereka tajam dan gagasan-gagasan mereka pun seringkali segar dan orisinal. Saya sering menyempatkan diri menyaksikan acara tersebut yang ditayangkan langsung ataupun tayangan tunda di televisi. Cukup menarik. Cukup menggelitik. Bagi saya bukan sematamata omongan mereka, tapi fenomena kemunculan mereka. Judul: Blogger Ternama ISBN: 978-602-50071-4-9 Pengarang: Wijaya Kusumah Ukuran: 17 x 24 cm Tebal: 104 hal Tahun: 2018 Harga: Rp. 62.700 Sinopsis: Buku ini memberikan tips-tips sang penulis yang memulai usahanya di dunia maya. Sang Penulis memulai dari nol hingga seratus dengan semangat terus-menerus. Apakah kita sadar bahwa menulis setiap hari di blog akan mendatangkan keterampilan menulis serta keuntungan yang didapatkan? Buku ini dikhususkan untuk orang yang ingin menjadi blogger ternama dengan keterampilan menulisnya. Di buku ini terdapat cara-cara menjadi blogger ternama, Membuat toko online di blog sendiri, Bahkan Membuat buku dari hasil blog sendiri! Untuk menjadi seorang blogger ternama tidak harus berpendidikkan tinggi serta sukses. Bahkan, Menjadi seorang blogger dapat meraih keuntungan berupa uang. Tapi sebelumnya, Apakah itu blog? Semuanya akan dibahas di buku ini secara rinci dan detail. Pada satu kesempatan penulis belajar blog dengan mas Budi Putra. Beliau adalah salah seorang blogger terkenal yang namanya sudah dikenal di mana-mana. Melalui beliaulah penulis menjadi tahu macam-macam blog, termasuk blog video. Setelah pesta blogger 2008 (acara pertemuan para blogger), penulis berkenalan dengan Kang Pepih Nugraha, seorang jurnalis Kompas. Penulis banyak belajar mengisi konten blog melalui tulisan-tulisan Kang Pepih Nugraha. Dari Kang Pepih Nugraha inilah penulis menjadi lebih tertarik untuk rajin menulis di blog dan rasanya tiada hari tanpa menulis di blog. Bahkan begitu asyiknya menulis di blog keroyokan kompasiana, blog pribadi sendiri hampir terlupakan. Sebab tulisan penulis langsung dibaca oleh banyak orang dari berbagai penjuru dunia hanya dalam hitungan menit saja. Selain itu, banyak pula orang-orang terkenal yang ikutan ngeblog di kompasiana itu, seperti pak Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI). Ternyata tanpa disadari, setelah lebih dari 9 tahun ngeblog di kompasiana, dan melihat kekuatan dari sebuah tulisan seorang blogger, maka penulis banyak melihat para blogger terkenal dan ternama bergabung di blog komunitas ini. Judul: The Journalist Edisi 3 ISBN: 978-602-50071-2-5 Pengarang: Zaenuddin H. M Ukuran: 17 x 24 cm Tebal: 234 hal Tahun: 2017 Sinopsis: Hoax bermunculan begitu deras dan beredar di mana-mana khususnya lewat media jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, WatsApp, BBM, SMS, dan sejenisnya. Hoax memang berupa informasi. Bahkan bentuknya sangat mirip dengan berita yang tersiar lewat media-media mainstream seperti koran, televisi, majalah, tabloid, dan radio. Sayangnya, lantaran Hoax cenderung lebih heboh dan memikat pembaca atau pendengarnya, banyak orang begitu gampang tertarik dan percaya dengan Hoax. Celakanya, Hoax juga begitu gampang memprovokasi pembaca atau pendengarnya. Maka, tidak jarang Hoax menjadi bahan polemik pertengkaran dan keributan di masyarakat. Padahal, kalau saja masyarakat mau lebih teliti dan selektif menerima informasi, tidaklah mudah menjadi korban Hoax. Tingkat kebenaran informasi Hoax sangatlah meragukan. Seolah ada kejadian atau peristiwa, padahal tidak ada. Seolah ada pernyataan atau omongan seseorang yang dianggap penting, padahal cuma isapan jempol. Alhasil, Hoax hanyalah berita palsu, yang tak ada dalam kenyataan. Dengan kata lain, Hoax adalah berita tidak benar, fiktif alias bohong belaka. |
Tentang KamiKami mempunyai pengalaman berpuluh tahun dalam dunia penerbitan, kami yakin dan percaya dengan pengalaman tersebut dapat menjembatani anda sebagai Penulis akan kepuasan dan kualias buku yang diterbitkan. Kategori
All
|










