Judul: Menuju Timika yang Menyala ISBN: 978-634-96395-8-3 Penulis: Alfian Akbar Balyanan Ukuran: 13 x 19 cm Tebal: 120 halaman Tahun: 2026 Harga: Rp. 100.000,- Sinopsis: "Quo Vadis"—sebuah frasa Latin klasik yang berarti "Kemana engkau pergi?"— adalah pertanyaan paling relevan yang harus kita ajukan hari ini ketika membicarakan nasib Tanah Papua. Pertanyaan ini bukan sekadar retorika kosong, melainkan sebuah gugatan atas arah sejarah yang sedang kita ukir bersama pasca-pemberlakuan Otonomi Khusus Jilid II. Papua hari ini berdiri di persimpangan jalan yang penuh paradoks. Di satu sisi, negara telah memberikan landasan hukum melalui Undang-Undang Otonomi Khusus yang dimaksudkan sebagai instrumen afirmasi, proteksi, dan pemberdayaan bagi Orang Asli Papua (OAP). Di sisi lain, setelah lebih dari dua dekade perjalanan otonomi ini, kita justru dihadapkan pada realitas birokrasi yang semakin gemuk, regulasi yang saling mengunci, dan kesejahteraan rakyat yang belum berbanding lurus dengan besarnya kucuran dana yang diturunkan. Sebagai wakil rakyat yang berinteraksi langsung dengan konstituen di Kabupaten Mimika, saya merasakan adanya disorientasi dalam implementasi kebijakan pusat di daerah. Niat baik untuk membangun Papua seringkali tersendat oleh tembok tebal bernama "inkonsistensi regulasi". Kita melihat bagaimana label Lex Specialis (hukum yang bersifat khusus) yang seharusnya menjadi senjata pamungkas Papua untuk melompat maju, justru seringkali tumpul ketika berhadapan dengan aturan sektoral kementerian.
0 Comments
Judul: Ingin Selalu Dekat Rakyat ISBN: 978-602-53672-9-8 Penulis: Zaenuddin HM Ukuran: 14 x 21 cm Tebal: 220 Tahu: 2020 Harga: Rp. 92.700 Sinopsis: Orang bijak mengibaratkan perjalanan hidup seperti roda pedati yang terus berputar. Ketika kita di bawah kita tidak boleh kehilangan harapan. Sebab kita boleh bermimpi, kapan-kapan kita berada di atas. “I have a dream”, kata Marthin Luther King Jr (1963), yang karena mimpi itu memotivasi perjuangannya bagi penegakkan hak-hak sipil dan ekonomi serta penghapusan rasisme terhadap orang-orang berkulit hitam di Amerika Serikat. Perjuangan ini menghantarkannya menjadi penerima hadiah Nobel Perdamaian. Tetapi ketika berada di atas, rendah hatilah dan jangan sombong, seperti dipetuahkan ayah Baihaki sendiri. Karena itu janganlah membawa-bawa kedudukan dalam pergaulan antar manusia, karena jabatan itu bersifat sementara. Judul: H. Gorry Sanuri: Mantan Jawara yang Sukses jadi Pengusaha ISBN: 978–602–53672-4-3 Pengarang: Zaenuddin HM Ukuran: 15 x 20 cm Tebal: 172 halaman Tahun: 2020 Harga: Rp. 80.700 Sinopsis: Nama Gorry Sanuri sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indramayu. Bahkan popularitasnya juga mencuat hingga luar Jawa Barat. Namun, barangkali tidak banyak orang tahu titik balik kehidupannya, dari seorang preman kemudian berkembang menjadi pengusaha sukses, dan kini berubah menjadi seorang dermawan. Malah dia telah membangun pondok pesantren besar guna memperkuat moral dan mental masyarakat. Dalam buku ini diceritakan kisah lengkap kehidupan Gorry Sanuri dari masa kecil hingga perkembangan terkini. Juga tentang gagasan dan cita-cita besarnya membangun Indramayu Darussalam. Sebuah buku biografi inspiratif yang layak dibaca oleh siapapun di negeri ini. Selamat membaca. Judul Buku: 20 Tahun Belum Tahu Wali? ISBN: 978-602-53672-4-3 Pengarang: Sujana Tahun: 2019 Jml hlm: 250 Ukuran (cm): 17 x 24 Harga Rp. 135.700 Sinopsis: Kayu jati senantiasa survive meskipun tumbuh bersama ilalang menyibak belukar hutan belantara. Siapa yang memberi dengan hati, pastinya tak akan salah alamat berbalas janji bahagia lewati berjuta tantangan dikesejatian pengorbanan bernama amanah. WALI yang saya kenal, tidak sekedar berharga, tapi memiliki jiwa pengabdian yang luar biasa. Sekumpulan anak muda bergandeng mesra dengan talenta yang dimiliki, melangkah pasti jauh kedepan merawat tradisi merespon modernisasi di tengah fenomena milenia eksis menawarkan pesona. Sesungguhnya, WALI tidak hanya berkencimpung di bidang musik (band), tapi mereka asyik menggeliat secara eksplosif pada banyak hal yang positif. Berjalan pada track yang benar adalah kunci sukses perjalanan nan panjang, bergerilya dalam dinamika waktu yang terkadang buncahkan tetesan air mata, keringat, dan penat. Karena mereka tahu bahwa Man’ arofa bu’da safari ista’ada, artinya: Barang siapa yang tahu jauhnya panjangnya perjalanan, maka bersiap-siaplah. |
Tentang KamiKami mempunyai pengalaman berpuluh tahun dalam dunia penerbitan, kami yakin dan percaya dengan pengalaman tersebut dapat menjembatani anda sebagai Penulis akan kepuasan dan kualias buku yang diterbitkan. Kategori
All
|









