Judul: Manajemen Stres agar Tidak Stres ISBN: 978-602-50071-7-0 Pengarang: Ludwig Suparmo Ukuran: 17 x 24 cm Tebal: 116 halaman Tahun: 2018 Harga: Rp. 51.700 Sinopsis: Peringatan: Stres dapat menyebakan problema kesehatan, secara ekstrim bahkan dalam keadaan stres berat, orang dapat mati! Buku Manajemen Stres Agar Tidak Stres ini adalah pemahaman ilmiah apa sebenarnya stres itu dan teknik panduan untuk mengurangi stres, namun bila pembaca ada yang sudah merasakan bahwa stres telah menjadi gangguan hidup dan dirasakan sebagai penyakit, dianjurkan melakukan konsultasi lebih lanjut pada ahli kedokteran yang tepat, psycholog atau psychiater. Acuan dalam buku ini untuk mengatur diet makanan atau melakukan olah-raga adalah petunjuk umum, bila stres telah dirasakan sangat memberatkan sebaiknya mengikuti advis profesional. Kita akan menelaah juga bahwa stres dapat berlanjut menjadi stres yang kronis, chronic stress, pada waktu tersebut stress hormone akan dilepaskan sebagai stress response; maka kita perlu mempraktekan acuan untuk relaksasi bagi jiwa raga. Kita akan juga belajar secara mudah menghilangkan tekanan serta bagaimana melindungi mental dan tubuh menghadapi serangan stres, menjadikan tubuh dan perasaan nyaman. Selamat membaca, ikuti acuannya dengan santai dan nikmati hasilnya.
0 Comments
Judul: Manajemen Krisis, Isu, dan Risiko dalam Komunikasi ISBN: 978-602-50071-6-3 Pengarang: Ludwig Suparmo Ukuran: 17 x 24 cm Tebal: 166 Tahun: 2018 Harga: Rp. 80.700 Sinopsis: Saat Terjadi Krisis! Panik! Diluar dugaan! Apa yang harus dilakukan oleh Direksi/Manajemen? Wartawan dan reporters berdatangan! Menyerbu! Interview, ingin mengetahui sikap dan tindakan perusahaan. Media akan memberitakan (biasanya yang sensasionel!). Pertengahan bulan Mei, 2012; masih teringat jelas musibah tiba-tiba, Joy Flight menjadi malapetaka: Sukhoi Super Jet 100; yang masih “barugres” dalam penerbangan promosi keduanya ternyata manabrak lereng terjal G. Salak, di dareah Jawa Barat. BASARNAS, KNKT, masyarakat terkejut! Setelah pencarian sehari kemudian diketemukan dari udara, pesawat hancur berkeping-keping…rescue team, dikoordinasikan dari Bogor, ditemukan, ternyata tidak ada satupun dari 45 penumpang (termasuk awak pesawat) yang selamat… keluarga korban, pilu! Dibuka Crisis Center di Lanud Perdana Kusuma, dari mana pesawat yang ingin mendemonstrasikan kecangihan produksi Sovjet kepada sejumlah pengusaha dan pejabat Pemerintah Indonesia, agar mau memesan pesawat udara komersial (pertama dari Sovjet) tersebut. Pelaksanaan Manajemen Krisis di Crisis Center Halim Perdana Kusuma dan kemudian di RS Polri di Kramatjati, berlangsung sangat baik. Kemudian haripun BASARNAS, koordinasi Korem dari Lanud Atang Sanjaya di Bogor, juga semua relawan dan Polisi serta TNI mendapat pujian dari masyarakat melalui media nasional. |
Tentang KamiKami mempunyai pengalaman berpuluh tahun dalam dunia penerbitan, kami yakin dan percaya dengan pengalaman tersebut dapat menjembatani anda sebagai Penulis akan kepuasan dan kualias buku yang diterbitkan. Kategori
All
|







